BARAKUDA predator dari lautan

Posted by: muhammad / Category:

malialitman.wordpress.co
Satu lagi ikan laut yang cukup menyeramkan,namanya barakuda. Ikan ini tedapat di perairan tropis dan sub tropis,seperti Samudra Atlantik, Samudra Hindia,dan Samudra Pasifik.

Ikan barakuda di kenal berwujud  cukup menyeramkan.
Ada kira -kira 18 jenis barakuda yang tersebar di seluruh dunia.
Spesies barakuda terkecil berukuran panjang 46 cm,sedangkan barakuda terbesar panjangnya bisa mencapai 180 m, lebar tubuhnya sekira 30 cm,dan beratnya mencapai 45kg. Tubuhnya ditutupi oleh sisik - sisik yang halus.  
               
                                                                                                                                                                                              
commons.wikimedia.org
Barakuda  memangsa hewan - hewan laut yang lebih kecil, namun tak jarang juga, ia memangsa ikan yang ukurannya sama besar.  Ikan Barakuda memiliki kepala yang  meruncing, mulutnya lebar, giginya sangat  tajam, dan  rahangnya sangat kuat, sangat cocok untuk berburu.
Tubuhnya yang panjang dan ramping memungkinkan barakuda mampu bergerak  sangat cepat. Ia mampu berenang dengan kecepatan hingga 58 km/jam. Ia berburu dengan mencegat mangsanya, mengejar dengan cepat, lalu menangkapnya dengan mulutnya yang lebar. Barakuda betina meletakkan telur-telur nya  di perairan terbuka yang dangkal. Anak-anak ikan barakuda tinggal di daerah yang lebih dangkal dan terdapat tumbuhan airnya, barakuda kecil hidup secara berkelompok. Setelah dewasa, mereka lebih sering hidup sendiri-sendiri.
Sebagaimana hiu, barakuda juga cukup ditakuti di lautan. Sebelum menyerang,barakuda akan berdiri diam dari jarak jauh, dari jarak jauh, dan tiba-tiba barakuda meluncur menyerang si penyelam. Barakuda mudah tertarik dengan benda-benda yang mengkilap.ia menganggapnya ikan kecil yang siap di mangsa
karena penyelam disarankan untuk tidak memakai barang-barang yang mengkilap.


                                                       diambil dari majalah adzkia edisi 44


0 komentar:

Posting Komentar